Kamis, 26 September 2013

 
Drum Band Berperan Dalam Perkembangan Kecerdasan Anak

Berdasarkan penelitian musik berperan dalam perkembangan kecerdasan. Drum band adalah bagian dari musik karena di dalamnya terdapat unsur musikal. Apakah drum band benar-benar berperan dalam perkembangan kecerdasan khususnya pada anak-anak???
Kecerdasan dapat didefinisikan istilah umum yang menggambarkan sebuah properti dari pikiran termasuk kemampuan terkait, seperti kapasitas untuk berpikir abstrak, pengertian, komunikasi, penalaran, belajar, belajar dari pengalaman masa lalu, perencanaan, dan pemecahan masalah.
Saat membuat postingan ini, penulis sedang berusaha untuk menyemangati diri dan memantapkan visi atas profesi yang sedang digelutinya saat ini� Pelatih drum band anak usia pra sekolah (Taman Kanak-Kanak). Sebagai seorang pelatih tidaklah mudah, apalagi subjeknya adalah anak-anak dibawah usia 6 tahun. Weks� nakal, bandel, cengeng, jahil, susah diatur apalagi tipe anak yang suka merengek saat dirinya jauh barang 1 jengkal dari ibunya. �.. damai deh kalo bersanding dengan anak yang penurut, lucu, kritis dengan semua celoteh dan polah tingkah mereka yang tak diragukan bisa membuat kita nyengir hingga tertawa . Begitulah anak-anak, mereka hidup bebas dengan dunia mereka sendiri� dunia anak.

Anak-anak sangat jago dalam memadukan gerakan dengan suara, musik dengan gerakan serta gerakan fisik dengan rangsangan visual. Orang dewasa seringkali tidak bereaksi sama sekali ketika mendengar musik atau mendengar suatu gambar. Berbeda dengan anak-anak, bahkan bayi sekalipun akan mudah menggoyangkan badannya ketika mendengarkan musik yang di senanginya. Sebagian besar orang akan segera memaklumi bahwa anak kecil akan sangat senang ketika di kudang (ditimang dengan dikidungkan lagu) yang notabene menggunakan bahasa musikal.
Sebagian besar orang juga akan lebih mengingat nada-nada daripada menghafalkan teks atau kata-kata verbal. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar orang dapat menyenandungkan banyak lagu tetapi tidak banyak yang dapat menghafal syairnya dengan baik.
Drum band adalah bentuk permainan musik dan olahraga yang terdiri dari beberapa orang personil untuk mengiringi langkah dalam berbaris, atau dengan kata lain berbaris sambil bermain musik.
Saat anak-anak memainkan drum band mereka akan melakukan penghayatan nilai-nilai musikal yang membuatnya menjadi lebih berbudaya dan berkecerdasan. Mulai dari kelompok kecil (sectional) seperti kelompok snare, alto, bas maupun colour guard hingga ke kelompok yang lebih besar (corps). Mereka dituntut untuk melakukan praktek team building serta melakukan aktivitas verbal dan non-verbal.

Selama bermain drum band anak akan berlatih komunikasi sosial, bekerja dalam kelompok serta mempunyai harga diri sebagai anggota kelompok. Dalam kegiatan drum band anak akan dikenalkan dengan disiplin, berlatih mengendalikan diri, konsentrasi dan tanggung jawab sebagai anggota tim.
Memainkan musik secara aktif berpengaruh pada perkembangan mental dan fisiologis anak. Kegiatan ini membantu pembentukan jalur-jalur syaraf yang berhubungan dalam otak dengan cara mendorong terbentuknya hubungan antar sel otak. Dengan stimulasi musik, Corpus callosum (saluran informasi utama di antara kedua belahan bagian otak) akan tumbuh lebih besar karena stimulasi musik. Dengan demikian akan terbentuk hubungan yang lebih efisien di antara kedua belahan otak (otak kanan dan kiri) sehingga menimbulkan koordinasi yang lebih baik.

DAFTAR HARGA DRUM BAND TK
No
Nama Barang
30
27
24
20
17
15
13
10
1
Snare drum
12
12
9
9
6
6
6
4
2
Tenor drum
6
6
6
3
3
3
3
2
3
Bass drum
3
3
3
2
2
2
1
1
4
Bell/m.bell
4
2
2
2
2
2
1
1
5
cymball
2
2
2
2
2
1
1
1
6
Stik mayoret
3
2
2
2
2
1
1
1

Harga
5.055
4.475
4.275
3.650
3.275
3.000
2.625
2.235

DAFTAR HARGA DRUM BAND SD
No
Nama Barang
30
28
25
21
18
15
13
10
1
Snare drum
12
12
9
9
6
6
6
4
2
Tenor drum
6
6
6
3
3
3
3
2
3
Bass drum
3
3
3
2
2
2
1
1
4
Bell/m.bell
4
2
2
2
2
2
1
1
5
cymball
2
2
2
2
2
1
1
1
6
Stik mayoret
2
2
2
2
2
1
1
1
7
Trio tom
1
1
1
1
1
-
-
-

Harga
7.550
7.000
6.450
5.975
5.450
4.650
4.050
3.500

DAFTAR HARGA DRUM BAND SMP
No
Nama Barang
30
28
25
21
18
15
13
10
1
Snare drum
12
12
9
9
6
6
6
4
2
Tenor drum
6
6
6
3
3
3
3
2
3
Bass drum
3
3
3
2
2
2
1
1
4
Bell/m.bell
4
2
2
2
2
2
1
1
5
cymball
2
2
2
2
2
1
1
1
6
Stik mayoret
2
2
2
2
2
1
1
1
7
Kwarto tom
1
1
1
1
1
-
-
-

Harga
9.075
8.500
7.750
6.550
5.900
4.950
4.200
3.700

Nb : belum termasuk biaya kirim

1. Sunarto , HP: 081578844504,
2. Pin bb: 2a944297
3. WA : Sunarto : 081578844504,

Email: cvbajatoys@gmail.com

Rabu, 26 September 2012

 
Truk Menara Geo

1. Mengenal warna dan bentuk
      Dari mainan edukatif anak dapat mengenal ragam/variasi warna dan bentuk.bulat,segi  empat,kotak dengan berbagai warna merah,kuning,hijau dan lain sebagainya.

2. Melatih konsentrasi
      Mainan edukatif dirancang untuk mengali kemampuan anak,termasuk kemampuan dalam berkonsentrasi.saat menyusun puzzel katakanlah anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya�si anak tidak berlari-larian atau melakukan aktifitas fisik lain sehingga konsentrasinya akan lebih mudah tergali.tanpa konsentrasi bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.

3. Melatih bahasa dan wawasan
     Pemainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita.hal ini akan memberikan manfaat bagi anak,yaitu meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.

4. Melatih kemampuan motorik
     Stimulasi untuk motorik halus di peroleh saat anak menjumput mainannya,meraba,memegang dengan kelima jarinya dsb.sedangkan rangsangan motorik kasar di dapat pada saat anak mengerak-gerakan mainannya,melempar,mengangkat,dsb

5. Mengenal konsep sebab-akibat
     Contohnya:dengan memasukan benda kecil ke dalam benda yang lebih besar ,anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat ke dalam benda yang lebih besar sebaliknya benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam yang lebih kecil.ini adalah konsep sebab-akibat yang sangat mendasar.


Sabtu, 14 Juli 2012


Oleh. Ari Wahyono



Anak anak ternyata memiliki hal yang luar biasa.Anda sudah mengetahuinya?. Ya sesuatu itu adalah grafik pertumbuhan fungsi otaknya. meskipun terkadang kita hanya mengamati seorang anak bermain-main, namun ternyata justru disanalah rahasianya.
Anak memiliki hasrat dan keinginan bermain hingga 90 % dari aktivitas hidupnya. Namun ketahuilah bahwa itulah yang membuatnya nanti tumbuh di waktu berikutnya.
dengan bermain ternyata anak-anak melakukan setidaknya 10 aktivitas belajar:

1. Mengenali Geometri
2. Mengenali Warna dan komposisi
3. MEngenali Tekstur Benda
4. Mengenali Respon benda bergesek
5. Mengenali interaksi antar benda
6. Mengenali gerak
7. Mengenali suara
8. Mengenali akibat gerak dan pergeseran
9. Mengenali organnya sendiri
10.Mengenali posisi dan letak dalam ruang

hal ini adalah beberapa diantaranya, namun sebenarnya ia melakukan pembelajaran dan proses yang lebih rumit.
Sebuah Jurnal menyebutkan bahwa "anak-anak yang jarang diajak bermain otaknya tumbuh 20-30% lebih rendah dibanding anak seusianya"
Ini menunjukkan memang bermain adalah kebutuhan mereka, sebagaimana kebutuhan orang tua akan seminar dan buku.
Bagaimana dengan putra-putri anda?.

Minggu, 04 Maret 2012


Dengan mengenal perbedaan gaya-gaya yang mendasar ini, orangtua dan guru akan lebih mudah menemukan referensi gaya belajar yang paling efektif untuk anak atau siswa didiknya. Menurut para pakar, ada beberapa model gaya belajar :

1. Tipe VISUAL
Ini merupakan kecenderungan gaya belajar dengan menggunakan indera penglihatan. Pada model gaya belajar ini, informasi data visual terbagi menjadi data berupa teks (tulisan, huruf, angka, simbol) dan berupa gambar (foto, diagram).

Ciri anak tipe Visual:
Lebih mudah ingat dengan melihat, lebih suka membaca, saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat orang lain melakukan dulu baru kemudian dia sendiri yang bertindak. Anak dalam kelompok ini juga dapat duduk tenang saat belajar di tengah situasi yang ribut dan ramai tanpa merasa terganggu.

Kendala dari tipe visual antara lain tak suka berbicara di depan kelompok dan tak suka mendengarkan orang lain, tahu apa yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, serta tulisan tangannya berantakan sehingga tak terbaca. Anak dari kelompok visual juga biasanya kurang mampu mengingat informasi yang disampaikan secara lisan.

Cara menstimulasi:
Gunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis bisa berupa film, slide, ilustrasi, coretan, atau kartu-kartu gambar berseri yang bisa dipakai untuk menjelaskan informasi secara berurutan. Mintalah anak untuk menghapal dengan membayangkan obyek atau materi yang sedang dipelajarinya.

2. Tipe AUDITORY
Tipe Auditory merupakan kecenderungan gaya belajar dengan menggunakan indera pendengaran. Pada model gaya belajar ini informasi terbagi menjadi data berupa bahasa dan nada.

Ciri anak tipe Auditory:
Mudah ingat dari apa yang didengarnya dan didiskusikannya. Senang dibacakan atau mendengarkan, lebih suka menuliskan kembali sesuatu, senang membaca dengan suara keras, bisa mengulangi apa yang didengarnya, senang diskusi, bicara atau menjelaskan panjang lebar. Anak dengan tipe auditory pada umumnya menyenangi seni musik dan mudah mempelajari bahasa asing.

Kendala anak dengan tipe auditory antara lain cenderung banyak omong, tak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut, apalagi bila  anak memiliki konsentrasi yang lemah. Anak juga lebih memperhatikan informasi yang didengarnya, jadi kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru di lingkungannya.

Cara menstimulasi:
Bekali anak dengan tape recorder untuk merekam semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Libatkan anak dalam kegiatan diskusi, coba bacakan informasi, kemudian meringkasnya dengan bentuk lisan dan direkam untuk selanjutnya diperdengarkan dan dipahami.

3. Tipe KINESTETIK
Kecenderungan gaya belajar dengan menggunakan indera tubuh. Pada model gaya belajar kinestetik, informasi terbagi menjadi data berupa gerakan dan sentuhan.

Ciri anak tipe Kinestetik:
Gemar menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya, suka mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya sedemikian aktif, banyak gerak fisik dan memiliki koordinasi tubuh yang baik, menyukai kegiatan/permainan yang menyibukkan secara fisik, lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada menjelaskan.

Kendalanya, anak sulit mempelajari hal-hal yang abstrak, tak bisa belajar di sekolah-sekolah yang bergaya konvensional di mana guru menjelaskan dan anak duduk diam. Kapasitas energi anak cukup tinggi, sehingga bila tidak disalurkan akan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya.

Cara menstimulasi:
Bersekolah pada sekolah yang menganut sistem active learning di mana siswa banyak terlibat dalam proses belajar. Dengan begitu, kemampuannya dapat berkembang optimal. Untuk siswa yang memiliki kapasitas energi berlebih, sebaiknya diberikan aktivitas fisik, seperti kegiatan olahraga atau kesenian. Salurkan energi dengan memberikan kebebasan beraktivitas sebelum belajar, sehingga anak bisa duduk tenang selama belajar.

Popular Posts